Faktor Runtuhnya Kerajaan Singasari Yang Melegenda
Faktor Runtuh Singasari - Kerajaan Singasari adalah fase awal dari kerajaan besar yang pernah menguasai Nusantara, yakni Majapahit. Meskipun pada awal berdirinya terjadi suatu pertumpahan darah diantara keluarga raja, Kerajaan Singasari tentunya dapat menancapkan kekuatannya di Nusantara semasa pemerintahan raja Kertanegara. Dapat dibuktikan, kekuasaan daerah kerajaan Singasari di bawah Kertanegara meliputi beberapa daerah Sumatera dan juga Jawa.
Utusan Khubilai Khan, pada tahun 1289, hadir ke Singasari. Utusan tersebut bernama Meng-chi. Tujuan kehadiran utusan kerajaan Mongol itu tidak lain tidak bukan buat tawarkan pengakuan Kerajaan Singasari menjadi kerajaan bawahan Kerajaan Mongol. Kertanegara, raja Singasari saat itu, merasa tersinggung serta menolak mentah-mentah penawaran itu. Bukan hanya itu, Kertanegara juga melukai Meng-chi. Penganiayaan pada utusan Khubilai Khan dipandang sebagai penghinaan besar buat Kerajaan Mongol. Oleh karena itu, Khubilai Khan, Raja Mongol kala itu, memerintahkan buat mengirim tentara yang kuat buat menyerang serta menaklukan Jawa pada awal tahun 1292.
![]() |
Sumber: id.wikipedia.org |
Untuk mengusir pasukan Mongol yang akan datang ke Jawa, Kertanegara memerintahkan sejumlah besar pasukannya ke tanah Sumatera. Hal tersebut membuat ibu kota kerajaan Singasari melemah, karena hanya dijaga oleh sejumlah kecil pasukan kerajaan. Melihat hal tersebut, Jayakatwang, Raja dari Tumapel pada saat itu yang merupakan kerajaan bawahan Singasari, bermaksud mengambil peluang tersebut buat memberontak serta merampas kekuasaan dari Kertanegara. Serangan dilancarakan oleh Jayakatwang dari dua arah, yaitu dari arah utara adalah pasukan pancingan dan juga dari arah selatan adalah pasukan utama
Pasukan Kediri dari arah selatan dikomandoi langsung oleh Jayakatwang serta sukses masuk istana dan juga menemukan Kertanagera berpesta pora dengan beberapa pembesar istana. Serangan Jayakatwang diluncurkan di antara pertengahan Mei dan juga pertengahan Juni 1292. Dari serangan itu, Jayakatwang sukses menaklukkan Singasari serta merampas seluru daerah kekuasaanya. Pada 1292 semua kerajaan Singasari didominasi oleh Jayakatwang. Jayakatwang kemudian menjadi raja serta membuat ibukota baru di Kediri.
Runtuhnya kerajaan Singasari menciptakan babak baru, dimana menantu Kertanegara, Raden Wijaya sebagai keturunan Ken Arok (pendiri kerajaan Singasari) berhasil selamat dari maut. Raden Wijaya diampuni oleh Jayakatwang serta diberi sebidang tanah di Hutan Tarik yang selanjutnya didirikan desa bernama Majapahit. Dari desa itu, kelak akan berkembang dan berubah menjadi Kerajaan paling besar di Nusantara, yakni Kerajaan Majapahit
Kisah Singkat
Hal yang mengakibatkan mundurnya kerajaan Singasari yaitu, pada tahun 1292 M, Jayakatwang (Raja kecil di Kediri) melaksanakan pemberontakan. Nyatanya Singasari bisa ditaklukkan dan juga Kertanegara bisa dibunuh. Ini terjadi lantaran sejumlah besar pasukan dikirim buat melaksanakan Ekspedisi Pamalayu. Dengan sedikitnya pasukan yang berada di dalam kerajaan, tentunya sangat mempermudah Jakatwang buat melaksanakan pemberontakan.
Beberapa keluarga di istana melarikan diri yang nantinya akan mendirikan kerajaan Majapahit. Pada akhirnya, Jakatwang naik takhta menjadi Raja Singasari. Saat penyerangan tersebut, Raden Wijaya, menantu Kertanegara bisa lolos dan menyelamatkan diri ke Madura serta mendapatkan pertolongan dari Bupati Sumenep, Arya Wiraraja.
Bersamaan dengan selesainya persiapan buat menyerang Kediri, pasukan Kubilai Khan datang menyerang kerajaan Singasari. Mereka menyangka Singasari masih dipimpin oleh Kertanegara yang sudah menghinanya. Kesempatan kali ini dimanfaatkan oleh Raden Wijaya yang kemudian segera bergabung dengan pasukan Kubilai Khan buat menyerang Singasari.
Dengan gampang, pasukan gabungan antara tentara Mongol dengan pasukan Raden Wijaya sukses menaklukkan Singasari. Setelah sukses menaklukkan Singasari yang disertai dengan tewasnya Jayakatwang, pasukan tentara Mongol berpesta rayakan kemenangannya.
Akan tetapi, tanpa diketahui Raden Wijaya kembali menyerang pasukan Mongol. Pasukan Mongol hancur yang kemudian sisanya pulang kembali ke negerinya. Pada tahun 1293 M, Raden Wijaya membangun Kerajaan Majapahit yang terkenal.
Beberapa keluarga di istana melarikan diri yang nantinya akan mendirikan kerajaan Majapahit. Pada akhirnya, Jakatwang naik takhta menjadi Raja Singasari. Saat penyerangan tersebut, Raden Wijaya, menantu Kertanegara bisa lolos dan menyelamatkan diri ke Madura serta mendapatkan pertolongan dari Bupati Sumenep, Arya Wiraraja.
Bersamaan dengan selesainya persiapan buat menyerang Kediri, pasukan Kubilai Khan datang menyerang kerajaan Singasari. Mereka menyangka Singasari masih dipimpin oleh Kertanegara yang sudah menghinanya. Kesempatan kali ini dimanfaatkan oleh Raden Wijaya yang kemudian segera bergabung dengan pasukan Kubilai Khan buat menyerang Singasari.
Dengan gampang, pasukan gabungan antara tentara Mongol dengan pasukan Raden Wijaya sukses menaklukkan Singasari. Setelah sukses menaklukkan Singasari yang disertai dengan tewasnya Jayakatwang, pasukan tentara Mongol berpesta rayakan kemenangannya.
Akan tetapi, tanpa diketahui Raden Wijaya kembali menyerang pasukan Mongol. Pasukan Mongol hancur yang kemudian sisanya pulang kembali ke negerinya. Pada tahun 1293 M, Raden Wijaya membangun Kerajaan Majapahit yang terkenal.
Faktor Runtuhnya Singasari Secara Garis Besar
- Terjadinya konflik pembunuhan berantai oleh anak-anak ken arok yang di kuasai hasrat balas dendam pada keluarga yang di bunuh (dendam keturunan)
- Dikirimnya espedisi serangan pada kerajaan-kerajaan di luar jawa (palmayu) yang mengakibatkan kekurangan pasukan yang berada di dalam kerajaan
- Serangan kerajaan mongol yang di tolong oleh jayakatwang berubah menjadi dua pasukan
- Terbelahnya pasukan singosari buat menangani dua pasukan yang satu diantaranya menjadi umpan serta lainnya menjadi pasukan utama.
- Penghiatan jayakatwang pada kerajaan mongol yang memberontak saat mereka/pasukan mongol lemah (berpesta kemenangan) secara mendadak.
Terima Kasih.
0 Response to "Faktor Runtuhnya Kerajaan Singasari Yang Melegenda"
Post a Comment