Cendrawasih Mati Kawat, Spesies Burung Surga Dari Papua
Cendrawasih Mati Kawat - Cendrawasih adalah burung ciri khas Papua, burung ini adalah sekelompok spesies burung yang digolongkan dalam famili Paradisaeidae. Satu diantara jenis cendrawasih yang memiliki keindahan layaknya burung surga yakni cendrawasih mati kawat, dimana sejumlah orang mengenal dan menyebutnya dengan nama cendrawasih 12 kawat. Burung ini merupakan maskot dari provinsi Papua.
Kingdom: Animalia Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Paradisaeidae
Genus: Seleucidis
Spesies: S. melanoleucus
Deskripsi Morfologi Cendrawasih Mati Kawat
Cenderawasih mati kawat yang memiliki nama ilmiah Seleucidis melanoleucus ini merupakan burung Cenderawasih yang memiliki ukuran sedang, dengan panjang kurang lebih 33cm, yang berasal dari dari genus tunggal Seleucidis.
Burung jantan dewasa memiliki bulu berwarna hitam mengilap, di bagian perutnya dihiasi bulu-bulu yang memiliki warna kuning dan juga dua belas kawat yang berwarna hitam. Jenis burung Cenderawasih mati kawat menyukai makanan yang terdiri dari berbagai macam buah-buahan dan juga beraneka ragam jenis serangga.
Burung ini memiliki paruh yang berukuran panjang lancip dan berwarna hitam dengan iris mata yang memiliki warna merah. Untuk burung betina sendiri berwarna coklat, dan memiliki ukuran lebih kecil dari burung jantan dan juga tanpa dihiasi dengan bulu-bulu yang memiliki warna kuning ataupun kedua belas kawat di bagian perutnya.
Sebaran Cendrawasih Mati Kawat
Cenderawasih mati-kawat sendiri pertama kali ditemukan di hutan dataran rendah yakni di pulau Irian. Spesies ini memiliki wilayah sebaran yang luas dan juga seringkali ditemukan di habitatnya.
Burung yang cuma ada di Indonesia timur, Papua Nugini, dan juga Australia timur ini terdiri atas 14 genus serta kurang lebih 43 spesies dengan sekitar 30-an spesies diantaranya dapat ditemukan di negara Indonesia.
Reproduksi Cendrawasih Mati Kawat
Seperti umumnya spesies burung yang termasuk ke dalam suku Paradisaeidae, Cenderawasih mati kawat merupakan burung yang termasuk spesies yang melakukan poligami. Burung jantan menarik pasangan atau burung betina dengan memakai keduabelas kawat pada ritual tariannya.
Seusai kopulasi, burung jantan kemudian meninggalkan betina dan setelah itu mulai mencari kembali pasangan dari burung betina lainnya. Burung betina kemudian menetaskan dan juga mengasuh anak burung seorang diri.
Upaya Perlindungan Cendrawasih Mati Kawat
Cenderawasih Mati-kawat dikategorikan ke dalam status konservasi Beresiko Rendah (Least Concern) berdasarkan data yang dikeluarkan oleh IUCN Red List serta didaftarkan dalam CITES Appendix II.
Walaupun hanya masuk dalam Resiko Rendah akan keterancamannya, kelestarian jenis burung ini haruslah tetap dijaga dikarenakan semakin maraknya perburuan liar terhadap jenis burung mati kawat dikarenakan keindahan bentuk dari burung ini.
![]() |
Sumber: @chris.zimmerli via Instagram |
Walaupun hanya masuk dalam Resiko Rendah akan keterancamannya, kelestarian jenis burung ini haruslah tetap dijaga dikarenakan semakin maraknya perburuan liar terhadap jenis burung mati kawat dikarenakan keindahan bentuk dari burung ini.
Itulah informasi tentang Cendrawasih Mati Kawat, Spesies Burung Surga Dari Papua yang dapat abang nji sampaikan kepada sahabat sekalian. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan sahabat sekalian dan juga meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap kelestarian fauna-fauna khususnya yang ada di Indonesia.
Semoga bermanfaat.
0 Response to "Cendrawasih Mati Kawat, Spesies Burung Surga Dari Papua"
Post a Comment