5 Proses Masuk Serta Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha Di Indonesia (2 Teori + 3 Hipotesis)

Proses Masuknya Hindu Buddha - Agar kita dapat memahami proses masuk serta berkembangnya agama maupun kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia, maka diperlukan landasan serta pendapat para ahli. Pendapat yang diungkapkan oleh para ahli tersebut merupakan sebuah hipotesis yakni dugaan sementara yang diperlukan penelitian untuk membuktikan kebenarannya sehingga menjadi data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Walaupun masih harus dibuktikan kebenarannya hipotesa-hipotesa dari para ahli tersebut sangatlah berguna untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana proses masuk dan berkembangnya agama serta kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Sumber: learniseasy.com
Pengenalan Agama Hindu
Perkembangan Agama serta Kebudayaan Hindu dipastikan selalu berkaitan dengan bangsa Arya yang memiliki ciri kulit putih, hidung mancung serta fisk yang besar dan tinggi.  Bangsa ini merupakn ras Indo Jerman yang berasal dari Asia Tengah dengan kebiasaan hidup mengembara. Bangsa arya sendiri menganut kepercayaan Polytheisme yang memiliki arti memuja banyak dewa dengan 3 dewa utama yang dikenal dengan Trimurti yaitu dewa Brahmana, dewa Syiwa dan dewa Wisnu.

Pengenalan Agama Buddha
Agama Buddha adalah ajaran yang memiliki tujuan untuk membebaskan manusia dari lingkaran samsara sehingga dapat mencapai nirwana. Agama Budhha banyak berkembang di India disebabkan karena agama Hindu yang memiliki sistem kasta dan bertentangan dengan ajaran Buddha. Dan yang menyebarkan agama Buddha adalah Sidharta Budha Gautama.

Berikut saya informasikan kepada anda beberapa kajian teori para ahli tentang masuk dan berkembangnya agama serta kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.

1. Teori Kolonisasi 
Teori Kolonisasi ini berusaha menjelaskan tentang bagaimana peran aktif orang-orang India dalam menyebarkan agama dan kebudayaannya di Indonesia. Berdasarkan teori ini juga menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia bersifat pasif yang berarti mereka hanya sebagai objek penerima dari pengaruh agama dan kebudayaan India tersebut. Teori kolonisasi sendiri dibagi dalam beberapa hipotesis mulai dari hipotesis Waisya, hipotesis Ksatria dan hipotesis Brahmana. Penjelasannya sebagai berikut.

Hipotesis Waisya (NJ. Krom)
Sumber: slideshare.net
Menurut NJ. Krom proses yang menyebabkan adanya hubungan antara Indonesia da India adalah karena adanya jalur perdagangan sehingga banyak orang India yang berstatus pedagang datang ke Indonesia. Perdagangan pada masa itu menggunakan teknologi perkapalan dan jalur laut yang sangat bergantung pada angin musim.

Oleh karenanya para pedagang India harus tinggal dalam kurun waktu yang cukup lama di Indonesia sampai datangnya angin musim sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan. Saat mereka menetap dalam kurun waktu yang cukup lama banyak terjadi pernikahan dengan perempuan pribumi. Dari sinilah pengaruh agama dan kebudayaan India banyak tersebar di Indonesia.

Hipotesis Ksatria (C.C Berg, Mookerji dan J.L Moens)
Sumber: slideshare.net
C.C Berg 
Menjelaskan bahwa para petualang yang berasal dari kasta Ksatria turut menyebarkan kebudayaan Hindu Buddha di Indonesia. Persebarana agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ini dipermudah dengan adanya pernikahan antara Ksatria dan Putri kepala suku sebagai hadiah atas bantuannya dalam mengatasi konflik perebutan kekuaasaan dengan suku maupun kelompok lain.

Mookerji
Menyatakan bahwa para golongan Ksatria (tentara) dari India turut serta membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia. Para Ksatria ini membentuk sebuah koloni-koloni yang kemudian bergabung membentuk sebuah kerajaan. Para Ksatrialah yang menciptakan suatu hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan yang ada di India serta menghadirkan para seniman India untuk membangun candi-candi di Indonesia.

J.L Moens
Hipotesis ini mencoba menghubungkan berdirinya kerajaan-kerajaan di Indonesia pada awal abad ke-5. Diketahui bahwa pada abad ke-5 banyak kerajaan-kerajaan di India Selatan yang mengalami proses kehancuran. Dengan kejadian tersebut para Ksatria banyak yang melarikan diri ke Indonesia dan membentuk kerajaan baru.

Hipotesis Brahmana (JC. Van Leur)
Sumber: slideshare.net
Hipotesis ini menyatakan bahwa tradisi yang telah tersebar di Indonesia dibawa oleh para Brahmana. Hal ini didasari oleh pengamatannya terhadap adanya sisa-sisa peninggalan berupa kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha khsusunya terhadap prasati yang menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.

Berdasarkan hal tersebut, menjadi sangat kuat dugaan bahwa memang benar kaum Brahmana yang telah membawa pengaruh tersebut dikarenakan kaum Brahmanalah yang menguasai huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Walaupun dugaan tersebut sangat kuat, akan tetapi hipotesis ini memiliki kelemahan dikarenakan Indonesia dan India dipisahkan oleh lautan serta di dalam agama Hindu adanya pantangan bagi para Brahmana untuk menyeberangi lautan.

2. Teori Arus Balik (F.D.K Bosch)
Sumber: buddhazine.com
Teori Arus Balik menyatakan bahwa para Intelektual yang pertama kali datang ke Indonesia untuk menyebarkan agama Hindu-Buddha. Para Intelektual tersebut pergi ke Indonesia dengan menumpang kapal dagang. Setelah sampai di Indonesia para Intelektual tersebut pun menyebarkan ajaran agamanya.

Dikarenakan pengaruhnya yang kuat banyak tokoh masyarakat yang mengikuti ajaran tersebut, bahkan ada yang pergi ke India untuk belajar agama Hindu-Buddha. Setelah kembali dari India tokoh-tokoh yang telah belajar agama Hindu-Buddha tersebut kemudian mengajarkannnya kepada masyarakat yang lain.

Teori ini diperkuat dengan adanya bentuk peninggalan sejarah berupa candi Nalanda yang isinya menceritakan bahwa Balaputradewa yang berstatus sebagai raja Sriwijaya meminta kepada raja India untuk mendirikan sebuh Wihara di Nalanda untuk dijadikan tempat menuntut ilmu para tokoh-tokoh Sriwijaya.

Itulah teori tentang masuk serta berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budhha. Jika ada kesalahan penulisan dan informasi yang disampaikan, silahkan tulis di kolom komentar.

Semoga bermanfaat.

1 Response to "5 Proses Masuk Serta Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha Di Indonesia (2 Teori + 3 Hipotesis)"

  1. Online shopping is the process consumers go through to purchase products on internet. There are number of online shopping stores and online shopping malls, eshop, e-store, internet stop, web shop, are available over internet which gives option to buy or purchase products of your own choice amulet

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel