12 Hewan Aktif di Malam Hari (Nokturnal) yang Perlu Dijaga Keberlansungan Hidupnya

Hewan Nokturnal - Hewan nokturnal adalah satwa satwa yang aktifitasnya dilakukan pada malam hari dan istirahat/tidur pada siang hari. Hewan ini memiliki ciri khusus dimana penglihatan serta penciumannya yang sangat tajam. Penting bagi kita untuk mengenal jenis hewan-hewan tersebut agar kita dapat menjaga bersama kelestarian satwa-satwa tersebut. Berikut saya informasikan 12 Hewan yang Perlu Dijaga Keberlansungan Hidupnya.

1. Bangkong Serasah
Sumber: katak-ku.blogspot.co.id
Klasifikasi Bangkong Serasah
Kingdom   : Animalia
Divisi        : Chordata 
Kelas        : Amphibia 
Ordo         : Anura 
Famili        : Megophryidae 
Genus       : Leptobrachium 
Spesies     : L. hasseltii

Bangkong serasah yang juga dikenal sebagai katak serasah ini merupakan sejenis katak yang berasal dari fam Megophyridae. Bangkong banyak ditemukan di dalam hutan, pegunungan serta tempat yang dekat dengan sungai. Karena sifatnya yang nokturnal bangkong serasah banyak menghabiskan waktunya untuk tidur di antara serasah hutan.

Bangkong memiliki ciri kaki yang pendek yang biasa digunakan untuk melompat dan merayap di kayu maupun di batu. Bangkong memiliki ukuran tubuh berkisar 50-70 mm. Pada umumnya bangkong jantan memiliki ukuran tubuh relatif kecil dibandingkan betina dan memiliki kebiasaan berbunyi pada malam hari. Ciri selanjutnya bangkong memiliki bentuk tubuh yang gendut pendek dengan kepala besar dan bulat. Pada bagian punggung bangkong memiliki warna coklat abu kebiruan dan ada juga yang berwarna keemasan.

2. Kelelawar
Sumber: sumber.com
Kelelawar adalah jenis satwa mamalia yang termasuk kedalam ordo Chiroptera yang memiliki kedua kaki bagian depan yang berkembang menjadi sayap. Kelelawar termasuk jenis satwa yang sangat unik dimana satwa ini merupakan satu-satunya mamalia yang bisa terbang menggunakan sayap. Kelelawar memiliki keistimewaan pada sayapnya dikarenakan sayapnya memiliki tingkat sensitif yang tinggi terhadap dehidrasi.

Kelelawar termasuk satwa yang memiliki manfaat bagi kehidupan salah satunya adalah kotoran dari kelelawar yang banyak digunakan sebagai pupuk. Selain itu kelelawar juga berfungsi sebagi penebar alami biji buah-buahan. Dengan fungsinya sebagai penebar biji alami ini membuat kelelawar sebagai satwa yang penting dalm menjaga keanekaragaman hutan.

3. Kuskus
Sumber: wikipedia.org
Klasifikasi Kuskus
Kingdom   : Animalia 
Filum        : Chordata 
Kelas        : Mamalia 
Subkelas   : Marsupialia 
Ordo         : Diprotodontia 
Famili        : Phalangeridae

Kuskus adalah jenis mammalia yang termasuk dalam tipe nokturnal. Karena tipenya ke dalam satwa nokturnal maka sebagian besar hidup kuskus banyak dihabiskan untuk beristirahat di pepohonan serta bergera aktif mencari makan pada malam hari.

Kuskus adalah satwa yang termasuk ke dalam Omnivora akan tetapi makanan yang paling disukai kuskus adalah serangga dan diselingi beberapa makanan lain seperti buah, daun serta reptil yang berukuran kecil. Satwa ini juga bagian dari famili Phalangeridae yang tersebar di berbagai daerah Indonesia Timur seperti Maluku, Papua dan Sulawesi.

Kuskus memiliki ciri yakni ukurannya 15 cm hingga 60 cm bahkan lebih. Meskipun ukurannya dapat mencapai 60 cm bahkan lebi, akan tetapi ukuran rata-ratanya adalah 45 cm. Kuskus memiliki ukuran cakar yang panjang serta tajam yang berfungsi dalam membantu kuskus bergerak di pepohonan.

Ciri berikutnya dari kuskus adalah memilii bulu tebal yang memiliki ragam warna seperti putih, hitam dan juga coklat. Kuskus juga mempunyai ukuran ekor yang panjang dan sangat kuat untuk membantu kuskus dalam berpegangan saat berpinah dari satu cabang pohon ke cabang lainnya.

4. Burung Hantu
Sumber; burungnya.com
Jenis satwa yang satu ini tidak mengherankan lagi jika termasuk ke dalam salah satu satwa yang bertipe nokturnal. Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa satwa ini bergerak aktif pada malam hari. Satwa ini bernama burung hantu. Burung hantu adalah jenis burung yang tergabung dalam ordo Strigiformes yang juga termasuk ke dalam golongan burung pemakan daging/karnivora. Salah satu contoh dari makanan favorit burung hantu adalah kodok dan tikus. Burung hantu memiliki sarang yang berada di lubang pohon bahkan ada yang membuat sarang pada ruang-ruang bangunan.

Di daerah Nusantara burung ini dianggap sebagai pertanda kematian oleh sebab itulah burung ini diberikan nama burung hantu. Walaupun di Nusantara dianggap sebagai pertanda maut, berbeda halnya jika di belahan dunia barat burung ini dipercaya sebagai tanda kebijaksanaan.

Burung hantu memiliki ciri bulu yang burik dengan warna abu-abu ataupun kecoklatan dengan tambahan bercak putih dan hitam. Burung ini juga memiliki keunikan dimana kepalanya dapat berputar 180 derajat ke arah belakang. Ciri selanjutnya burung hantu memiliki ukuran ekor yang pendek dengan sayap yang lebar dan besar yang rentang sayapnya sama dengan 3 kali ukuran panjang tubuhnya.

5. Kiwi
Sumber: genius.com
Klasifikasi Kiwi
Kingdom    : Animalia 
Divisi         : Chordata 
Kelas         : Aves 
Ordo          : Apterygiformes 
Famili         : Apterygidae 
Genus        : Apteryx

Kiwi merupakan burung yang tidak terbang seperti halnya burung puyuh . Jenis burung ini berasal dari New Zealand. Burung ini termasuk ke dalam famili Apterygidae dan geus Apteryx. Kiwi memiliki bulu yang berwarna coklat serta memiliki moncong yang panjang.

6. Musang
Sumber: pencintasatwa.com
Klasifikasi Musang
Kingdom  : Animalia 
Divisi       : Chordata 
Kelas       : Mammalia 
Ordo        : Carnivora 
Famili      : Viverridae

Perlu anda ketahui musang juga termasuk satwa nokturnal. Musang merupakan nama yang umum bagi kelompok mamalia yang berasal dari suku Viverridae. Musang terkenal sebagai satwa yang pandai dalam memanjat. Dari berbagai jenis musang yang paling terkenal adalah jenis musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus).

Musang luwak sangat terkenal saat ini dikarenakan biji kopi yang telah dikonsumsi oleh luwak memiliki rasa dan aroma yang khas bagi para penikmat kopi. Musang luwak banyak ditemukan di dekat pemukiman warga serta menjadi musuh bagi peternak ayam dikarenakan musang sering memangsa ayam saat malam hari.

Musang juga diketahui merupakan satwa yang memiliki cara unik untuk bertahan hidup. Saat musuh akan menyerang maka musang akan berpura-pura mati sehingga musuhnya akan dapat dikelabui dan saat musuh telah pergi maka musang akan lari ke tempat lain.

7. Lemur
Sumber: wunc.org
Klasifikasi Lemur
Kingdom    : Animalia 
Divisi         : Chordata 
Kelas         : Mammalia 
Ordo          : Primates

Lemur merupakan satwa yang menetap di Madagaskar, Afrika. Penamaan lemur berasal dari kata lemures (bahasa latin) yang berarti hantu atau arwah malam hari. Penamaan ini wajar saja jika dikaitkan dengan kemampuan mata lemur yang memantulkan cahaya pada malam hari ditambah lagi dengan teriakannya yang nyaring membuat orang yang bertemu merasa takut dan mengira lemur sebagai arwah yang bergentayangan pada malam hari.

Lemur memiliki ciri panjang kepala serta badan lemur 28-56 cm dengan panjang ekor lemur antara 28-65 cm. Pada bagian ekor lemur memiliki ciri khusus yakni ekornya yang panjang serta memiliki warna hitam dan putih yang berselang-seling sehingga tampak seperti cincin. Badan lemur memiliki warna merah kecoklatan dengan corak kilauan abu-abu pdaa bagian rambut dengan tubuh bagian bawah yang berwarna putih. Selain itu tangan dan juga kaki lemur juga berwarna putih.

8. Kukang
Sumber: majalahhewan.com
Klasifikasi Kukang
Kerajaan    : Animalia 
Divisi         : Chordata  
Kelas         : Mammalia 
Ordo          : Primates  
Famili        :  Lorisidae 
Genus        : Nycticebus

Kukang termasuk ke dalam satwa nokturnal yang berasal dari keluarga Lorisidae. Kukang dikenal sebagai primata yang pergeakannya lamban. Persebaran kukang di Indonesia terdapat di pulau Kalimantan, Sumatera dan Jawa tentunya dengan spesies yang berbeda-beda. Kukang termasuk primata yang juga dikenal berkomunikasi dengan bau yang ditinggalkannya pada tempat-tempat khusus. Kukang juga termasuk satwa yang bersifat Omnivora dimana makanan utamanya adalah buah-buahan, hewan kecil maupun getah pohon tertentu.

Kukang memiliki ciri fisik yakni rambutnya ada yang berwarna kecoklatan, kehitaman dan juga kelabu keputihan. Kukang memiliki bobot yang berkisar 0,37-09 kg dengan panjang tubuh dewasa berkisar 19-30 cm. Pada bagian punggung, kukang memiliki garis berwarna coklat dengan posisi melintang dari dahi hingga ke belakang. Pada bagian mata serta dasar telinga juga terdapat garis seperti halnya pada punggung dan dahi. Ciri selanjutnya untuk mengenali kukang adalah bentuk kepalanya yang bulat, mata yang besar dan moncong yang runcing.

Jika dilihat sekilas maka kukang termasuk satwa dengan penampilan yang lucu dan menggemaskan, akan tetapi anda harus tetap berhati-hati dikarenakan gigitan kukang dikenal berbisa. Bisa tersebut didapati kukang dengan cara menjilati lengannya yang mengeluarkan sejenis cairan. Cairan yang telah dijilati kemudian diaktifan saat bercampur air liur kukang. Bisa tersebut biasa digunakan kukang untuk melindungi diri dan anaknya dari serangan predator pemangsa seperti ular dan elangax

9. Galago
Sumber; youtube.com
Klasifikasi Galago
Kingdom    : Animalia 
Divisi         : Chordata 
Kelas         : Mammalia 
Ordo          : Primates 
Famili        : Galagidae

Galago mungkin terdengar asing di telinga sebagian orang. Perlu kamu ketahui galago adalah satwa nokturnal yang tergolong ke dalam keluarga Lorisidae yang habitat aslinya di hutan hujan Afrika. Galago memiliki ciri fisik warna rambut dengan perpaduan coklat, putih dan hitam.

Galago yang termasuk ke dalam satwa nokturnal biasa memakan burung kecil, serangga serta buah-buahan. Ukuran tubuh galago dapat mencapai ukuran tupai maupun bajing. Galago juga termasuk satwa yang terkenal akan kemampuan meloncatnya yang dapat mencapai 2 meter.

10. Tarsius
Sumber: Wikipedia.org
Klasifikasi Tarsius
Kingdom       : Animalia 
Divisi            : Chordata 
Kelas            : Mammalia 
Ordo             : Primata 
Subordo        : Haplorrhini 
Famili            : Tarsiidae 
Genus           : Tarsius

Tarsius termasuk primata yang berasal dari keluarga Tarsiidae. Tarsius memiliki ciri fisik dengan tubuh kecil dan mata yang besar yakni berdiameter 16 mm. Satwa satu ini memilki ukuran kaki belakang yang panjang. Dengan ukuran tulang tarsus yang panjang maka satwa dikenal dengan nama tarsius. Panjang kepala hingga tubuh tarsius berkisar 10-15 cm dengan panjang ekor berkisar 20-25 cm. Tarsius memiliki bulu yang sangat lembut dengan warna cokelat muda dan cokelat muda.

Tarsius memiliki jenis makanan yang beragam mulai dari serangga, kadal, kelelawar dan ular. Tarsius memiliki masa kehamilan yang singkat yakni hanya berlangsung selama 6 bulan. Tarsius mencapai fase dewasa saat berumur 1 tahun.

11. Tikus
Sumber: megapolitan.kompas.com
Klasifikasi Tikus
Kingdom     : Animalia 
Divisi          : Chordata 
Kelas          : Mamalia  
Ordo           : Rodentia  
Famili          : Muridae

Tikus termasuk ke dalam mamalia yang tergabung ke dalam suku Muridae. Tikus yang paling terkenal adalah tikus got dan mencit, dimana jenis ini ditemukan hampir di seluruh negara.

12. Macan Dahan
Sumber: nettix.com
Klasifikasi Macan Dahan
Kingdom       : Animalia 
Divisi            : Chordata 
Kelas            : Mammalia 
Ordo             : Carnivora 
Famili            : Felidae 
Genus           : Neofelis  
Spesies         : N. nebulosa

Macan dahan adalah jenis satwa nokturnal yang banyak menghabiskan waktunya di atas pohon saat siang hari dan aktif bergerak dan mencari mangsa pada malam hari. Macan dahan banyak tersebar di berbagai daerah baik itu di Asia Tenggara, India dan juga Semenanjung Melayu. Macan dahan merupakan jenis satwa yang tergolong ke dalam Karnivora dengan mangsa utama yaitu ular, kera, rusa maupun burung.

Macan dahan memiliki ciri fisik berupa bintik hitam yang terdapat pada bagian kepala, rambut yang berwarna kelabu kecoklatan dan totol putih di bagian belakang telinga. Ciri selanjutnya macan dahan memiliki kaki yang berukuran pendek dengan ukuran telapak kaki yang besar dan juga ekor panjang dengan bintik hitam dan garis. Macan dahan termasuk jenis kucing yang memiliki ukuran sedang dengan ukuran panjang tubuh dapat mencapai 95 cm.

Itulah 12 jenis satwa nokturnal yang saya informasikan untuk anda. Saat ini beberapa jenis satwa tersebut berada dalam keadaan terancam. Keterancaman jenis satwa tersebut banyak disebabkan oleh peburuan liar yang dilakukan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab. oleh karena itu menjaga keberlansungan hidup satwa sangatlah penting agar keanekaragamannya tetap terjaga. Jika ada kesalahan dalam memberikan informasi serta kesalahan dalam penulisan artikel silahkan tulis di kolom komentar.

Semoga bermanfaat. 

0 Response to "12 Hewan Aktif di Malam Hari (Nokturnal) yang Perlu Dijaga Keberlansungan Hidupnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel